Bahan Tas Dinir / Dinier

bahan dinir 300D

Bahan Umum Yang Sering Digunakan Dalam Pembuatan Berbagai Macam Jenis Tas

Menurut beberapa sumber yang kami temukan, Dinir/Dinier sebenarnya bukan nama kain, namun istilah untuk menjelaskan ketebalan bahan (quantify the thickness of yarn). Dinir menginterpretasikan bobot (dalam gram) satu serat kain atau filamen setiap 9000 meter. Bahan dengan kode Dinir (D) sendiri memiliki beberapa jenis, pada umumnya diantaranya ialah Dinir 420D, 300D, 600D.

Kekuatan dinir tidak diukur dari angka angka/kodenya. Artinya, belum tentu 420D lebih kuat dari 300D, atau sebaliknya. Kekuatan bahan pada dinir ditentukan oleh material dasar penyusunnya. Nilai 300, 420, dan lain sebagainya tersebut menggambarkan makin tebal, makin kaku, dan maki beratnya bahan tersebut.

Kekuatan dinir ditentukan oleh material dasar pesnyusunnya. Beberapa material dasar yang sering digunakan antara lain nylon dan polyster. Bahan nylon memiliki kekuatan yang lebih baik daripada material dasar polyster. Dalam aplikasi dilapangan, kita akan lebih sering menemukan dinir polyster dengan kode-kode 420D, 300D, dan 600D.

Berikut beberapa jenis dinir/dinier :

  • Bahan Dinir 420D

Bahan 420D adalah bahan yang cukup nanggung dibandingkan kode (D) lainnya. Bahan relatif tipis, namun cukup kaku. Karakter ini kurang pas jika diaplikasikan sebagai bahan tas yang membawa barang bawaan yang cukup berat . Karakternya yang kaku membuat bahan 420D mudah berkerut.

Dalam penerapan di lapangan, 420D sering digunakan pada tas-tas low budget seperti tas merchandise pameran atau tas – tas kampanye. Harga bahannya yang low budget dan bobotnya yang ringan membuat 420D menjadi salah satu alternatif untuk membuat tas dengan biaya rendah.

  • Bahan Dinir 300D

D300 atau biasanya disebut dinir soft merupakan jenis bahan paling ringan dan paling tipis dari dinier lainnya. Jenis bahan ini memiliki tekstur yang halus dan jarak weavingnya yang kecil dibandingkan dengan jenis lainnya Meskipun nampak tipis, bahan 300D cukup recomended untuk diaplikasikan dalam pembuatan tas. Hal ini karena 300D cenderung memiliki karakter yang lentur dan cukup kuat.

bahan dinir 300D
  • Bahan Dinir 600D

Tipe 600D relatif lebih baik dari 420D. 600D memiliki pori-pori kain yang lebih besar dari 300D dan bersifat wrinkle free namun tidak tahan terhadap air. 600D lebih sering digunakan untuk membuat tas dengan kualitas menengah/dibawah 300D. 600D juga digunakan sebagai bahan andalan tas / softcase tipe ekonomis karena memang harganya cukup miring namun berkualitas relatif baik.

bahan dinir 600D

Ada pula jenis bahan lainnya yang biasa digunakan Konveksi Tas Bandung untuk membuat berbagai macam jenis tas, pouch, dompet, dan sebagainya, yang diantaranya

  • Cordura (Polyster/Nylon).
  • 1680.
  • 1682.
  • Dolby.
  • Baby Ripstop.
  • Cordura Ripstop.
  • Kanvas.
  • Blacu,
  • Taslan.
  • Mika / PVC.
  • Spon lak.
  • Kulit sintetis / imitasi dan masih banyak yang lainnya

Sampai disini dulu mimin membahas bahan tas polyster Dinir / Dinier. Tunggu updatean mimin lainnya yang akan membahas bahan-bahan tas lainnya seperti kain Kanvas, Dolby, Blacu, Baby Ripstop dan banyak lainnya. Sampai ketemu lagi Sahabat :).

Sumber : Konveksi Tas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *